| Title : Berita Orangutan Krisis2 |
| Reporter : Agustinus Jojo Raharjo, www.cvc.tv |
| Centre for Orangutan Protection mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi bertindak cepat menegakkan hukum guna menyelamatkan populasi terakhir orangutan sub species morio di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.
Lima tahun lalu, jumlah orangutan di Taman Nasional Kutai diperkirakan enam ratus individu, namun karena perusakan hutan secara besar-besaran, maka populasi yang tersisa diperkirakan tinggal tiga puluh hingga enam puluh ekor saja.
Reporter CVC di Jakarta Jojo Raharjo melaporkan, akar persoalan di Taman Nasional Kutai yang menyebabkan berkurangnya jumlah orangutan. |
|
|
| Title : Berita Orangutan Krisis1 |
| Reporter : Agustinus Jojo Raharjo, www.cvc.tv |
| Jumlah orangutan di Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur terus berkurang drastis karena perusakan hutan secara besar-besaran dan saat ini populasinya diperkirakan paling banyak enam puluh ekor saja.
Rusaknya Taman Nasional Kutai ditengarai akibat mobilisasi massa pada pemilihan Gubernur Kaltim sehingga mengubah kawasan perlindungan menjadi desa dan kecamatan seluas lebih dari dua puluh tiga ribu hektar.
Manajer Kampanye Habitat dari Centre for Orangutan Protection Yon Thayrun menjelaskan kondisi Taman Nasional Kutai kini berubah menjadi sebuah kota yang lengkap.
|
|
|
| Title : Berita Orang Utan Punah 2 |
| Reporter : Agustinus Jojo Raharjo, www.cvc.tv |
| Meskipun di atas kertas, orangutan termasuk salah satu jenis
satwa liar yang paling dilindungi Undang – Undang, saat ini keberadaan Orangutan di Indonesia nyaris punah.
Untuk itulah, Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak pemerintah Indonesia menghentikan pembabatan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di
Kalimantan Tengah demi melindungi orangutan, termasuk yang berada di luar kawasan konservasi.
Hardi Baktiantoro dari Centre for Orangutan Protection atau COP (baca: Kop) mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi orang utan di Indonesia saat ini. |
|
|
| Title : Berita Orang Utan Punah 1 |
| Reporter : Agustinus Jojo Raharjo, www.cvc.tv |
| Centre for Orangutan Protection memperkirakan orang utan yang berada di luar kawasan konservasi di Kalimantan Tengah akan benar - benar punah dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Organisasi yang khusus bergerak dalam penyelamatan satwa langka ini berpendapat, pembabatan hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan lemahnya penegakan hukum merupakan ancaman utama.
Hardi Baktiantoro dari Centre for Orangutan Protection menyatakan, orang utan merupakan satwa istimewa yang keberadaannya membuat keseimbangan ekosistem tetap terjaga. |
|
|